Total Tayangan Halaman

Jumat, 13 Juli 2012

LSM Rakyat Beramanat Jangan Ada Puluhan Penompang Kereta Api Terlantar di Tanjung Balai








Tanjung Balai-(Sang merah putih 0nline)

Aris Tarigan Ketua LSM Rakyat Beramanat minta pada PT Kereta Api pada lebaran tahun 2012 ini jangan ada lagi Puluhan penumpang kereta api terlantar di setasion Tanjung balai seperti tahun 2011 apalagi dari pantauan LSM Rakyat Beramanat kok busa pihak stasiun tidak mengetahui berapa jumlah rangkaian gerbong pengangkut pemudi di H +2yang mengangkut pemudik pulang  kampung menuju dari stasiun Kota Tanjung Balai menuju Medan


Dirut PT Kereta API Ignatius Jonan 


Yang lebih parah lagi PT Kereta api Divre I belum menomori karcis untuk para pemudik lebaran yang hendak kembali dari kampung halaman menyebabkan para penumpang sampai saat berita ini diberitakan mereka belum memiliki karcis kereta api di stasiun Tanjung Balai

Ketika beberapa wartawan mengkonfirmasi kepala stasion kereta api pak Sinuraya mengatakan "kulibas ku kalau kau beritakan masalah pengaturan disini."
Tapi praktek percaloan marak disetasiun kereta api tanjung balai sampai- sampai harga karcis melonjak hingga Rp 30 ribu..Dan karcis hilang dari loket ,tapi dapat dibeli lewat kantin dilokasi stasiun kereta api menurut pengakuan beberapa penompang yang diwawancarai wartawan. (Sahri)

Rabu, 11 Juli 2012

LSM Penerus Perjuangan Hutan Mangrove di Sumut Rusak Parah


 
Mukhlis Laia  Ketua LSM Penerus Perjuangan saat ini mulai marak berdirinya lahan perkebunan kelapa sawit dan pertambakan perikanan warga, yang tidak memiliki prosedur dan izin dari pemerintah. Dan tanpa disadari telah merusak ekosistem kawasan mangrove pantai timur Sumatera Utara.Hingga menyebabkan sudah 90 % hutan Mangrove rusak parah di sumut

Seperti di Kabupaten Deliserdang, lebih dari 7.500 hektare hutan mangrove di kawasan ini rusak akibat ulah manusia. Kita sudah menegur dan melakukan penyuluhan, namun diantara mereka banyak yang mengaku, telah memiliki izin dari sejumlah dinas pemerintah propinsi. Permasalahan seperti ini yang memberikan efek buruk terhadap hutan mangrove," kata Hidayati

 Mukhlis Laia juga menjelaskan pada dasarnya pengetahuan masyarakat tentang fungsi hutan mangrove masih sangat minim. Selain sebagai penahan abrasi dan gelombang air laut, keberadaan hutan mangrove juga memberi pengaruh besar terhadap rangsangan pertumbuhan populasi ikan diperairan pesisir. Sehingga akan membantu perekonomian nelayan tepi pantai. Diperkirakan 1 hektare saja lahan hutan mangrove yang terpelihara, maka mampu menghasilkan 3 kilogram ikan dan kepiting. Ekosistem seperti inilah yang layak dibangun di sepanjang pantai timur Sumatera Utara.